Dan aku memulainya dengan menekan tiap tombol huruf menghimpun kata, barisan kata menjadi kalimat - kalimat sederhana dan mungkin saja rentetan huruf ini kelak akan bicara, bercerita, berkeluh kesah atau mungkin banyak lagi hal lainnya. Sebagaimana Ibuku pernah menuntun mengucap aksara mengenalkanku akan bahasa mengantarku ke gerbang sekolah, menanti sepulang latihan koor di gereja, mengingatkanku agar tidak bolos lagi ngaji di musholla. Tentu juga Bapak yang sekalipun sebentar, beliau telah membuatku mengerti bahwa hidup terkadang juga boleh sedikit bersenang-senang agar tak terlalu membosankan. Seindah menghirup kopi, menghisap rokok, main band punk, pentungan rotan aparat, mengecat rambut, coret baju seragam, stensil di dinding, atau sungguh betapa beliau tetap sabar dan tersenyum saat surat panggilan dari kepala sekolah sudah datang untuk yang ke-12 kalinya atas berbagai "pemberontakan" kecilku di masa smu. Maka sebuah blog ini mulai kutuliskan sebagai pengenang, sebagai pengingat atas betapa banyak aku berhutang pada ke dua orang tuaku, kawan-kawan hebat yang datang dan pergi tetapi sungguh beruntung pernah mengenal dan berbagi suka duka dengan mereka. Dan sebuah perjalanan yang belum usai..................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar